makalah ekologi pertanian
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR
BELAKANG
Maraknya
produk-produk pestisida di pasaran yang biasa digunakan untuk mempermudah
pekerjaan di bidang pertanian ternyata merugikan, karena di dalam pestisida
mengandung bahan kimia beracun yang bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan.
Pencemaran bisa terjadi melalui penguapan, pencucian oleh hujan, dan udara.
Pencemaran pestisida menimbulkan residu yang ditinggalkan di lingkungan fisik
dan biotik di sekitar kita sehingga akan mengakibatkan kualitas lingkungan
semakin menurun.
Belakangan
ini semakin marak kasus penggunaan pestisida yang berlebihan sehingga berdampak
pada lingkungan sekitar. Dampak tersebut akan semakin parah jika masyarakat
masih menggunakan pestisida tidak sesuai dosis yang dianjurkan dalam penggunaan
masing-masing pestisida tersebut.
Penggunaan
pestisida semakin marak digunakan karena harga yang terjangkau, dan cara
aplikasi yang mudah, hal ini dilakukan masyarakat petani karena cara
pengendalian organik cukup sulit dilakukan, dan harga pestisida hayati pun
tergolong mahal di pasaran. Karena modal yang dimiliki petani Indonesia
hanyalah modal kecil, tetapi mereka ingin mendapatkan keuntungan yang
sebesar-besarnya tanpa memikirkan dampak yang akan dihadapi kedepannya.
Padahal
dampak tersebut akan besar efeknya terhadap proses pertanian selanjutnya
sehingga pertanian berkelanjutan yang dilakukan tidak berhasil. Hal ini akan
merugikan petani sendiri karena kegiatan pertaniannya akan terhambat karena
masalah atau dampak dari penggunaan pestisida ini sudah ada.
Dampak
penggunaan pestisida yang sudah kita rasakan efeknya dapat kita amati dari
tanaman tersebut sendiri, seperti tanaman yang resisten terhadap pestisida, hal
ini membuat tanah menjadi tidak subur,
dan susah diolah karena pembasmian tanaman akan sulit, maka Pemerintah
harus menegaskan untuk mengurangi penggunaan pestisida di Indonesia untuk
megurangi dampak tersebut.
Dengan
demikian maka pertanian berkelanjutan akan dapat dilakukan, serta untuk
mengurangi pencemaran dan maslah yang ada di dunia pertanian Indonesia.
1.2
TUJUAN
Untuk mengurangi dampak
penggunaan pestisida dan pengamanan produksi beras nasional, agar dapat menurunkan dan mengendalikan
jumlah penggunaan pestisida, meningkatkan produksi hasil petanian.
Untuk memberikan solusi permasalahan yang dihadapi
pemerintah dalam menangani maslah mengenai penggunaan pestisida yang
berlebihan.
1.2.MANFAAT
Untuk menerapkan pertanian
berkelanjutan yang bebas dari dampak pestisida yang ada saat ini. Dan membantu
Pemerintah menangani solusi dari masalah penggunaan pestisida yang berlebihan,
dan juga untun mengurangi pencemaran yang ditimbulkan oleh penggunaan pestisida
yang berlebihan.
Selain itu juga dapat pula belajar
memamfaat kan lingkungan sekitar atau bahan-bahan yang ramah lingkungan untuk
pembuatan pestisida hayati. Petani juga membantu masalah pemerinth dalam
mengurangi dampak penggunaan pestisida kimiawi yang merugikan lingkungak dan
berdampak pada kesehatan manusia.
Dapat juga membantu para ahli
pertanian untuk menerapkan atau mengembangkan teknologi baru yang lebih ramah
lingkungan yaitu dalam hal ini teknologi pembuatan pestisida hayati yang
didapatkan waktu masih di bangku kuliah.
Pengurangan atau mentiadakan peenggunaan
pestisida kimiawi juga akan berdampak meningkatnya mutu, kualitas, dan harga
jual hasil pertanian Indonesia di luar negri, sehingga akan meningkatkan
pendapatan petani dan dapat menciptakan lapangan kerja bagi pengangguran.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
Dampak
penggunaan pestisida terhadap lingkungan yang ada di Indonesia membuat masalah
baru di Bidang Pertanian, yang menimbulkan masalah baru yang serius dalam
Bidang Pertanian. Berikut ini kami lampirkan kutipan berita mengenai dampak
pestisida yang kami ambil dari e-news :
Aksi Dampak Penggunaan Pestisida dan
Pengamanan Produksi Beras Nasional
(adm/23 Mei 2012)
JAKARTA
– Kementerian Pertanian merencanakan Program Aksi Dampak Penggunaan Pestisida
dan Pengamanan Produksi Beras Nasional di tujuh lokasi yaitu Kabupaten
Lamongan, Banyuwangi, Klaten, Indramayu, Pinrang, Lampung Selatan, dan Tabanan.
Rencana
aksi ini, menurut Prof Emil Salim, sejalan dengan program dari Presiden yakni Pro
Growth, Pro Job, Pro Poor dan Pro Environment yang di dalamnya
termasuk pangan dan pertanian, mulai dari peningkatan produksi hingga
peningkatan pendapatan petani. Oleh karenanya, Prof Emil berharap rencana aksi
ini dapat menurunkan dan mengendalikan jumlah penggunaan pestisida, menurunkan
intensitas serangan wereng, meningkatkan produksi yang bertujuan tercapainya
sasaran surplus 10 juta ton beras pada 2014, meningkatkan pendapatan petani.
Menurut
Menteri Pertanian Dr. Suswono, pertanian yang pro lingkungan merupakan hal yang
harus diperhatikan dalam pencapaian target surplus 10 juta ton beras yang turut
serta memberi pengaruh untuk pertanian jangka panjang. Mentan pun berharap agar
tujuh kabupaten yang ditunjuk dapat menjalankan program ini dengan baik dan
dapat berhasil. “Saya berharap agar daerah yang menjadi percontohan ini dapat
berhasil dan pada akhirnya daerah lain akan mengikuti,” ujarnya pada pertemuan
di Jakarta, Selasa (22/5/2012).
Sementara,
Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono mengatakan bahwa pertemuan ini
merupakan tindak lanjut terkait upaya mencapai swasembada pangan dan pencapaian
surplus 10 juta ton beras pada 2014. Dari pertemuan ini pula diharapkan ada
pengurangan penggunaan pestisida secara bertahap di Indonesia, yang bertujuan
untuk kepentingan lingkungan dan pengendalian hama dan penyakit. “Tanam
padi secara serempak dapat mengurangi pemakaian pestisida,” ujarnya.
Pengurangan
penggunaan pestisida, peningkatan produltivitas dan peningkatan pendapatan
petani merupakan tujuan yang ingin dicapai, untuk itu ada tiga pilar
dalam kaitannya dengan rencana aksi ini yaitu penggunaan pestisida secara
benar, pengumpulan dan pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan, dan sistem
budidaya beraspek fisiologis.
Berdasarkan
berita di atas menunjukkan kaitan dampak pestisida terhadap lingkungan yang ada
di salah satu daerah bagian di Indonesia. Yang memiliki dampak serius yang
harus ditangani oleh kita, karena jika dibiarkan maka akan berdampak besar bagi
lingkungan dan kehidupan yang ada di Indonesia, dan bahkan mungkin bisa
memberikan dampak pada daerah bagian lain akibat dari penggunaan pestisida yang
berlebihan, penggunaan yang tidak sesuai dosis yang dianjurkan, yang membuat
tanaman resisten terhadap pestisida sehingga gulma-gulma atau tanaman yang akan
kita basmi menggunakan pestisida menjadi kebal, maka tanaman tidak akan mati
jika terkontaminasi oleh pestisida yang kita gunakan, oleh karena itu kita akan
kewalahan dalam membasmi tanaman yang sudah resisten tersebut, sehingga tanaman
yang kita usahakan juga tidak menghasilkan hasil produksi yang maksimal atau
bahkan GAGAL.
BAB
III
PEMBAHASAN
Adapun yang jadi permasalahan pokoknyak dalam hal ini
adalah dampak atau kerugian yang diakibatkan penggunaan pestisida, baik bagi
tanaman maupun lingkungan. Karena kita tahu jika penggunaan pestisida secara
terus-menerus dan di gunakan secara berlebihan, maka pestisida yang umumnya
mengandug bahan-bahan kimia yang berbahaya akan terkontaminasi dengan tanaman
budi daya yang menjadi makanan kita sehari-hari yang bisa membahayakan
kesehatan kita, dan juga sisa-sisa pestisida yang tidak terserap tanaman akan
menimbulkan efek negative bagi lingkungan.
Hal seperti ini perlu penanganan yang cukup serius dari
instansi-instansi atau pihak terkait terutama pemerintah dan kementrian
pertanian. Sebenarnya dalam hal ini pemerintah bisa mencegah atau mengurangi
penggunaan pestisida yaitu dengan cara membuat peraturan pelarangan penggunaan
pestisida atau mengalihkan penggunaan pestisida kimiawi ke pestisidah hayati
yang ramah lingkungan.
Pemerintah harus mengenalkan pertanian organik yang
menggunakan bahan-bahan organik untuk mkenekan peggunaan bahan-bahan kimia yang
menimbulkan dampak negatif bagi tanaman, kesehatan maupun lingkungan. Pemerintah harus mampu mengubah
cara bertani orang-orang Indinesia pada umumnya yang gemar menggunakan
bahan-bahan kimia untuk kegiatan pertanian tanpa memperhatikan dampak yang
diakibatkan dan ditimbulkan oleh bahan-bahan kimia terutama yaitu pestisida
kimiawi, karena kegiatan pertanian yang paling rentan mengalami kegagalan yaitu
karena serangan hama.
Dampak atau efek dari pestisida memang tidak dirasakan
scara langsung tapi danpaknya baru terlihat dalam jangka waktu yang lama dan
apa bila digunakan secara terus-menerus akan menimbulkan efek atau akibat yang
sangat merugikan bagi kehidupan manusia di masa mendatang. Untuk itu mari
sama-sama kita sebagai serjana pertanian, pemerintah dan semua instansi yang
terkait merubah cara dan pola piker para petani Indonesia khususnya dan
Kalimantan Barat pada umumnya
“Ayo
stop penggunaan pestisida kimiawi, mari kita sama-sama bergerak kearah Pertanian
Organik yang lebih ramah lingkungan, dengan Konsep Pertanian Organik Berkelanjutan.”
BAB
IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Dengan
adanya penggunaan pastisida berlebihan banyak menimbulkan dampak yang terjadi
baik itu dampak yang positif maupun negatif, dampak yang ditimbulkan biasanya
berimbas atau berdampak pada individu yang terkontaminasi, salah satunya bisa
menyebabkan resisten pada gulma yang akan dibasmi,serta tercemarnya lingkungan dan
mangaggu kesehatan jika penggunaan terlalu berlebihan.
Disamping
itu juga penggunaan pastisida juga mempunyai efek positif,salah satunya bisa
membantu atau mempermudah para petani dalam membasmi serta mengendalikan gilma
maupun hama-hama yang mengganggu tanaman
yang mereka kembangbiakkan jika penggunaannya dilakukan secara tepat dan benar
dan budidaya yang beraspek biologis.
4.2 SARAN
Pemerintah
harus berupaya mengenalkan pertanian organik berkelanjutan yang memanfaatkan
bahan-bahan organik dalam bidang pertanian agar bisa mengurangi penggunaan
pestisida yang berlebihan, serta melakukan banyak sosialisasi bagi para petani
supaya lebih memahami dampak-dampak yang ditimbulkan dari adanya penggunaan
pestisida yang berlebihan.
Pemerintah
juga harus berupaya membuat peraturan atau larangan menggunakan pestisida yang
berlebihan dan mengganti penggunaan pestisida kimiawi dengan penggunaan
pestisida hayati yang ramah lingkungan agar hasil pruduksi pertanian yang
dikembangkan memperoleh hasil produksi yang baik dan melimpah.
DAFTAR
PUSTAKA
sumber artikel :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar