Senin, 07 November 2011

laporan kompos


LAPORAN PRAKTIKUM
“KOMPOS”



logo untan.jpg
 









DISUSUN OLEH:
ANOTORIUS FEBI PERMANA
NIM : C51111100
KELAS : AGROTEK C
DASAR – DASAR AGRONOMI
FAPERTA
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
BAB 1
PENDAHULUAN
1.  Latar Belakang
Kompos adalah hasil pembusukan dari bahan-bahan organik yang membusuk dan hancur yang menumpuk dan menghasilkan tanah yang baru yang mengandung unsur hara yang tinggi yang baik untuk pertumbuhan tanaman, dimana unsur-unsur tersebut adalah unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman.
Kompos berasal dari daun, kotoran / tinja hewan, dan bahan-bahan alam yang lain seperti pembusukan hewan-hewan kecil.
pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.
Kompos sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat semakin tingginya jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan menyebabkan terjadinya polusi bau dan lepasnya gas metana ke udara.
kompos bisa di buat oleh masyarakat awam, yang tidak punya pengetahuan tentang ilmu pertanian tetapi mereka bisa belajar dari pengalaman sendiri dan orang lain untuk membuat kompos, sehingga kompos adalah pupuk tanaman yang sangat mudah di cari, karena terbuat dari bahan-bahan organik dan sampah organik rumah tangga, dan bahan-bahan pembuat kompos sangat mudah di cari, dan mudah cara membuatnya.



2.  Tujuan
kompos digunakan untuk mengembalikan unsur hara yang hilang dari dalam tanah, karena unsur-unsur tersebut diperlukan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman itu sendiri, serta kompos merupakan pupuk alami sehingga cocok untuk semua jenis tanaman.










BAB 2
METODE KERJA
1.  ALAT
a.      Pisau / Parang / Cutter
b.      Sekop / Cangkul
c.       Kapak
d.      Plastik  3 x 3 m
e.       Balok Kayu
f.        Termometer
2.  BAHAN
a.      Daun Gamal (haluskan / cincang) ½ karung
b.      Pupuk Kandang 1 karung 25 kg
c.       Jerami Padi (haluskan / cincang) 1 karung
d.      Sekam 1 karung
e.       Dedak 1 karung
f.        Tanah secukupnya
3.  CARA / METODE KERJA
Langkah pertama daun Gamal dan Jerami Padi di cincang sampai halus dengan menggunakan Pisau / Parang dan kapak. Selanjutnya, tuangkan Dedak dan Sekam ke suatu tempat dan diaduk rata manggunakan Sekop, setelah merata campurkan 1 karung Pupuk Kandang, dan aduk merata kembali. Kemudian setelah tercampur rata tambahkan tanah sedikit demi sedikit sampai bahan-bahan tersebut tercampur rata dan campurkan juga daun Gamal dan Jerami Padi yang sudah dicincang ke dalam semua campuran tersebut, aduk hingga merata.
Setelah selesai diaduk, bahan-bahan tersebut di kumpulkan sampai membentuk gundukan dan di periksa keadaan suhunya dengan menggunakan Termometer, kemudian di bungkus / selimuti dengan plastik dan di tindih dengan balok kayu.
Untuk mendapatkan hasil yang baik, tentu saja olahan pupuk tersebut di cek / di periksa setiap hari, dengan cara mengukur suhu pupuk olahan tersebut, kemudian agar tidak terjadi penjamuran pupuk olahan tersebut di aduk / di bolak-balik menggunakan sekop.
Pengukuran suhu dilakukan setiap hari agar kita mendapatkan hasil pupuk yang terbaik, kisaran suhu yang baik pada pupuk kompos tersebut adalah <50°C . Kompos sudah dinyatakan siap pakai apabila suhunya sudah berada pada suhu normal yaitu antara 36°C - 37°C.
191011-0820.jpg191011-0820(002).jpgJika pupuk kompos tersebut suhunya tidaka turun ke suhu normal, maka harus dilakukan penyiraman dengan menggunakan air yang dicampur dengan larutan MOL (Mikro Organisme Lokal) dengan dosis takaran 20 ml MOL ditambah 2 liter air, agar mendapatkan hasil yang baik.
Gamabar saat proses pembuatan Kompos!




BAB 3
ISI
1.   HASIL
Kompos sudah siap pakai mempunyai ciri-ciri yaitu :
·         Berada pada suhu normal (36°C - 37°C)
·         Saat digenggam tidak pecah / bertaburan
·         Teksturnya berwarna hitam
·         Adanya cacing
Setelah pupuk kompos tersebut terdapat ciri-ciri seperti di atas, maka kompos tersebut sudah siap pakai sebagai pupuk tanaman.
Kompos tersebut siap pakai setelah 2 minggu dari proses pembuatan.
2.   PEMBAHASAN
Kompos adalah pupuk alami yang baik untuk pertumbuhan tanaman, karena pupuk kompos memiliki unsur-unsur hara yang sangat baik untuk tanaman, dimana komponen-komponen unsur hara yang terdapat pada kompos tersebut sangat diperlukan oleh tanaman.
Table Pengamatan Kompos
NO
TANGGAL
SUHU
KETERANGAN
1.
2.
3.
4.
5.
25 oktober 2011
26 oktober 2011
27 oktober 2011
31 oktober 2011
2 november 2011
45°C
45°C
40°C
39°C
40°C
Tumbuh jamur sedikit, di bolak-balik.
Suhu tetap, tidak ada jamur, di bolak-balik.
Suhu turun, tidak ada jamur, di bolak-balik.
Suhu turun, tidak ada jamur, di bolak-balik.
Suhu naik, tidak ada jamur, perlu pennyiraman, dan di bolak-balik.

Berdasarkan hasil pengamatan pada tabel di atas, dapat di simpulkan bahwa suhu akan turun jika oksigen tidak hilang, karena itu diperlukan selang untuk menekan oksigen, dan menjaga suhu agar tetap lembab, agar suhu pupuk kompos tersebut normal, dan kompos siap pakai.
Image10.jpgBerikut adalah gambar pengamatan Kompos:
Image11.jpg Image14.jpg
 



BAB 4

BAB 4
PENUTUP
1.  KESIMPULAN
Kompos bertujuan sebagai:
ü  Penghemat biaya untuk para petani
ü  Harga jualnya juga tinggi
ü  Sangat baik untuk tanaman
ü  Bahan pembuatnya mudah didapat
ü  Proses pembuatannya sangat sederhana dan mudah
2.  SARAN
Kompos seharusnya digunakan oleh semua orang yang suka bercocok tanam bukan hanya petani, kompos juga ramah lingkungan, cocok untuk semua jenis tanaman, lebih baik untuk kesuburan tanaman, jadi untuk para pembaca yang gemar bercocok tanam gunakanlah pupuk kompos agar tanaman anda tumbuh dan berkembang dengan baik.






























DAFTAR PUSTAKA
          Anotorius Febi Permana (2011). Laporan Kompos. From http://www.anhoevolution.blogspot.com, 1 november 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar